Ekonomi

Elnusa Raih Proyek Non

Jakarta, Maret.id — Proyek yang ditargetkan selesai pada awal 2027 tersebut melanjutkan dua pekerjaan seismik 3D sebelumnya seluas 365 km persegi di area berdekatan.

Keberlanjutan proyek dari pelanggan yang sama menjadi bukti kepercayaan terhadap kemampuan Elnusa dalam mengelola pekerjaan seismik dengan kompleksitas teknis dan operasional tinggi.

Secara kumulatif, rangkaian pekerjaan tersebut mencakup area sekitar 515 km persegi sekaligus memperkuat rekam jejak Perseroan di pasar geoscience non-captive.

Pengembangan pasar di luar ekosistem Pertamina masuk dalam strategi Elnusa untuk memperluas basis pelanggan, mengoptimalkan utilisasi aset, dan membuka sumber pertumbuhan baru.

Pernyataan terkait proyek ini disampaikan oleh Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

“Bagi kami, proyek non-captive merupakan validasi terhadap daya saing Elnusa,” ujar Rustam Aji, Corporate Secretary Elnusa.

Kepercayaan pelanggan untuk kembali memberikan pekerjaan di area berdekatan menunjukkan bahwa teknologi, kompetensi personel, dan kualitas eksekusi Elnusa mampu memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa.

Dalam pelaksanaan proyek, Elnusa mengoptimalkan teknologi STRYDE Nimble Seismic System sebagai bagian dari penguatan teknologi seismik generasi terbaru yang digulirkan sejak awal 2026.

Sebelumnya Perseroan melakukan investasi strategis pada 25.000 STRYDE Range+ nodes yang didukung STRYDE Nimble System dan STRYDE Mini System untuk meningkatkan fleksibilitas desain survei dan mendukung pelaksanaan proyek secara simultan.

Teknologi nodal tersebut juga mendukung akuisisi data seismik berdensitas tinggi dengan kualitas lebih baik, mempercepat siklus survei, dan meningkatkan efisiensi operasi.

“Bagi Elnusa, investasi teknologi tidak hanya diarahkan untuk memperkuat kapabilitas teknis, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas aset, daya saing layanan, dan kemampuan Perseroan menangkap peluang pasar yang lebih luas,” ujar Rustam Aji, Corporate Secretary Elnusa.

Karakter perangkat yang ringkas dan fleksibel memberi keunggulan saat menghadapi kondisi lapangan kompleks dan akses terbatas seperti yang dijumpai di proyek Kabupaten Musi Banyuasin.

Proyek di Musi Banyuasin melintasi beragam kondisi area, mulai dari kawasan hutan dan aliran sungai hingga area pertambangan dan permukiman, sehingga membutuhkan perencanaan survei adaptif, kesiapan personel, dan pengelolaan operasi yang disiplin.

Elnusa menegaskan aspek HSSE, kepatuhan terhadap regulasi dan perizinan, serta komunikasi dan sosialisasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan menjadi bagian integral dalam setiap tahapan pekerjaan.

Penguatan bisnis geoscience sejalan dengan arah strategis Elnusa untuk menjadikan teknologi dan inovasi sebagai penggerak utama pertumbuhan Perseroan.

Kombinasi teknologi, sumber daya manusia, dan kapabilitas eksekusi menjadi competitive advantage dalam memperluas penetrasi pasar baik di dalam maupun di luar ekosistem Pertamina.

“Ke depan, kami ingin memastikan setiap investasi teknologi dapat menghasilkan nilai ekonomi yang semakin optimal,” ujar Rustam Aji, Corporate Secretary Elnusa.

Melalui penguatan teknologi seismik dan perluasan pasar non-captive, Elnusa terus memperkuat positioning sebagai technology-driven energy services company yang mendukung daya saing dan pertumbuhan berkelanjutan.

PT Elnusa Tbk (ELNUSA, IDX: ELSA) adalah perusahaan jasa energi terintegrasi yang telah menjadi bagian dari industri energi Indonesia selama lebih dari 56 tahun sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina.

Layanan Elnusa meliputi jasa hulu migas seperti geoscience & reservoir, pengeboran dan perawatan sumur, EPC-OM, serta layanan distribusi dan logistik energi termasuk transportasi BBM, pengelolaan depot, penjualan chemical, dan jasa penunjang seperti marine support, fabrikasi, dan manajemen data.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button