Ekonomi

Stasiun Bogor Perpanjang Peron Jalur 6

Jakarta, Maret.id — Stasiun Bogor bergerak maju dengan renovasi peron jalur 6 hingga 8 yang direncanakan selesai pada Juli 2026. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kapasitas pelayanan rangkaian Commuter Line yang melayani 12 kereta, guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan transportasi publik di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Revitalisasi Peron untuk Meningkatkan Kapasitas

Pekerjaan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas angkut penumpang seiring dengan pertumbuhan mobilitas masyarakat yang semakin meningkat. Menurut data yang disampaikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), volume pelanggan jalur Bogor mencapai angka 155.009.997 orang sepanjang tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama dalam berpergian.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan pentingnya untuk menyesuaikan kesiapan kapasitas stasiun dengan volume pelanggan yang terus meningkat. “Bogor Line menjadi salah satu lintas dengan mobilitas pelanggan tertinggi di wilayah Jabodetabek,” jelas Anne pada konferensi pers yang diadakan pada Selasa, 19 Mei 2026.

Lonjakan Jumlah Penumpang

Data baru menunjukkan jumlah penumpang Bogor Line untuk periode Januari hingga April 2026 telah mencapai 51.868.066 orang. Tren kenaikan penumpang ini terus berlanjut, terpantau sejak tahun 2022 dengan total 102.054.022 pelanggan. Frekuensi perjalanan kereta kini juga meningkat, mencapai 392 perjalanan pada hari kerja dan 373 perjalanan pada akhir pekan.

Dengan rencana penambahan peron baru ini, KAI berharap akan dapat lebih baik dalam menangani penumpukan penumpang pada jam-jam sibuk. Volume pelanggan yang masuk ke Stasiun Bogor pada awal tahun ini sudah mencapai 6.140.074 orang, sementara yang keluar adalah sebanyak 5.959.832 orang. Suguhkan solusi berupa penambahan jalur kereta diharapkan akan meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan bagi para pengguna.

Dukungan Fasilitas Baru dan Keamanan

Revitalisasi mencakup pembangunan fasilitas kanopi baru yang terhubung langsung dengan selasar stasiun untuk memberikan kenyamanan saat cuaca buruk. Selain itu, tim petugas lapangan juga saat ini tengah fokus pada pemasangan ulang tiang Listrik Aliran Atas (LAA) di area tersebut.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menekankan pentingnya keselamatan selama proses renovasi. “Seluruh pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan keselamatan perjalanan kereta api dan para pelanggan,” ujarnya. KAI juga telah menyiapkan area pedestrian sementara untuk mempermudah pergerakan masyarakat agar tidak terganggu selama proses revitalisasi berlangsung.

Wisnu juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa kereta api. Ia meminta agar para penumpang tetap berhati-hati dan mengikuti arahan yang telah disediakan di area stasiun selama tahap pembangunan ini. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi semua pengguna kereta api di masa depan.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button