Ekonomi

Gojek Hapus GoRide Hemat, Tarif Diprediksi Naik

Jakarta, Maret.id — GoTo mengumumkan penghentian program langganan untuk layanan GoRide Hemat setelah kajian internal yang berlangsung sejak fase uji coba pada November 2025 dan perluasan nasional pada Februari 2026, kata Direktur Utama GoTo Hans Patuwo saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Alasan Penghentian dan Proses Evaluasi

Menurut Hans, skema langganan itu dievaluasi selama tiga bulan dan ditemukan perlu adanya keseimbangan yang lebih baik untuk menjamin kesejahteraan mitra pengemudi.
Perusahaan menyatakan keputusan untuk menghentikan program tersebut diambil setelah melakukan kajian mendalam terhadap dampak ekonomi bagi mitra hingga keberlanjutan layanan bagi konsumen.

Peralihan ke Skema Bagi Hasil 8 Persen

Dengan dihentikannya program langganan, Gojek akan menerapkan skema potongan bagi hasil sebesar 8 persen untuk layanan GoRide Hemat, serupa dengan ketentuan pada GoRide reguler.
Implementasi perubahan ini berarti pengemudi menerima 92 persen dari pendapatan setiap perjalanan yang mereka selesaikan.

Penyesuaian Sesuai Perpres Nomor 27 Tahun 2026

Perusahaan menjelaskan kebijakan itu merupakan langkah penyesuaian terhadap Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang membatasi potongan pendapatan mitra aplikator maksimal 8 persen.
Hans menambahkan GoTo akan segera memulai implementasi aturan baru sambil menunggu finalisasi petunjuk teknis dari pemerintah untuk memastikan kepatuhan dan kelancaran transisi.

Dampak pada Tarif GoRide Hemat

Gojek mengakui penghentian skema langganan berpotensi berdampak pada struktur tarif GoRide Hemat sehingga diperlukan penyesuaian harga.
Perusahaan menegaskan bahwa penyesuaian tarif akan dilakukan secara terbatas dan terukur agar tetap menjaga keterjangkauan layanan bagi konsumen.

Komitmen terhadap Keterjangkauan dan Kesejahteraan Mitra

Hans menyampaikan bahwa penyesuaian harga dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan pelanggan dan peningkatan kesejahteraan mitra pengemudi.
Gojek memastikan tarif GoRide reguler tidak akan mengalami kenaikan dalam rangka menjaga stabilitas biaya transportasi bagi pengguna setia.

Implikasi bagi Insentif dan Promosi

Penghentian langganan juga membuka kemungkinan penyesuaian mekanisme insentif dan program promosi yang selama ini menjadi alat untuk mempertahankan tarif rendah.
Sumber internal menyebut perusahaan akan mengkaji ulang alokasi subsidi serta pendekatan promosi untuk tetap kompetitif tanpa mengorbankan pendapatan mitra.

Respons Pemerintah dan Antisipasi Teknis

Pemerintah melalui aturan baru menegaskan upaya memperbaiki kondisi ekonomi mitra aplikator yang selama ini sering mengeluhkan potongan dan struktur biaya.
Pejabat terkait diharapkan merilis petunjuk teknis yang memuat mekanisme pengawasan dan sanksi sehingga pelaksanaan Perpres berjalan konsisten di seluruh daerah.

Perusahaan menegaskan akan berkoordinasi dengan regulator dan asosiasi pengemudi untuk memastikan proses transisi berlangsung lancar dan minim gangguan operasional.
Hans berharap pelanggan dapat memahami bahwa penyesuaian moderat ini bertujuan memberikan manfaat langsung kepada pengemudi serta menjaga keberlanjutan ekosistem layanan transportasi daring.

Gojek dan GoTo juga menyatakan akan memantau dampak perubahan ini secara berkala dan siap melakukan penyesuaian lanjutan bila diperlukan guna menyeimbangkan kepentingan pengguna, mitra, dan pemangku kepentingan lainnya.
Perusahaan mengimbau masyarakat untuk mengikuti pengumuman resmi berikutnya terkait teknis pelaksanaan dan jadwal efektif perubahan tarif dan mekanisme bagi hasil.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button