Pertamina Prediksi Pasokan Energi Aman, Harga Stabil

Jakarta, Maret.id — Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina Emma Sri Martini memaparkan strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan ketahanan energi nasional kepada puluhan mahasiswa pada sesi Students Meet The Global Executives, bagian dari IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu, 20 Mei 2026.
Konteks Geopolitik dan Status Ketergantungan Energi
Emma menyoroti tekanan geopolitik global yang berdampak pada pasokan dan harga energi dunia serta posisi Indonesia sebagai negara net importir energi.
“Ini adalah pekerjaan rumah kita. Juga menjadi pekerjaan rumah Indonesia, mengenai bagaimana ketahanan energi menjadi target kita, bahkan dalam 4–5 tahun ke depan sesuai mandat Presiden Prabowo Subianto,” tegas Emma.
Fokus pada Optimalisasi Potensi Domestik
Untuk menjawab tantangan itu, Pertamina memfokuskan upaya pada optimalisasi potensi domestik guna meningkatkan produksi dan lifting migas nasional.
Langkah tersebut antara lain melibatkan pemanfaatan teknologi mutakhir, penguatan kemitraan strategis, serta dorongan untuk skema insentif fiskal yang dapat memikat investor mempercepat eksplorasi dan eksploitasi.
Upaya Penciptaan Lingkungan Investasi yang Kondusif
Emma menjelaskan pentingnya menciptakan kondisi keekonomian proyek yang lebih baik sehingga proyek migas menjadi layak dan menarik bagi investor.
Pertamina mendorong Pemerintah untuk merancang skema fiskal dan insentif yang mendukung percepatan produksi dan lifting sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan energi nasional.
Strategi Ganda: Energi Fosil dan Rendah Karbon
Perusahaan menerapkan strategi ganda dengan tetap mengoptimalkan bisnis berbasis energi fosil sambil secara paralel mengembangkan portofolio rendah karbon.
Meskipun demikian, porsi investasi terbesar masih dialokasikan ke sektor hulu migas untuk mengamankan produksi nasional dalam jangka pendek hingga menengah.
Pengurangan Ketergantungan Impor Produk Olahan
Di sektor hilir, Pertamina berupaya menekan ketergantungan impor produk olahan melalui dukungan penuh terhadap program biodiesel nasional.
Setelah implementasi B40, perusahaan kini tengah mempersiapkan langkah menuju B50 sebagai bagian dari strategi memperkokoh ketahanan energi.
Revamping Kilang dan Pengembangan Energi Hijau
Pertamina juga melakukan revamping kilang untuk meningkatkan performa dan kapasitas produksi energi yang lebih ramah lingkungan.
Rencana itu mencakup pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak jelantah melalui co-processing di kilang serta pembangunan biorefinery baru untuk mendukung transisi energi.
Peran dan Harapan terhadap Generasi Muda
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menekankan bahwa keterlibatan jajaran direksi dalam dialog dengan mahasiswa menunjukkan komitmen perusahaan terhadap peran generasi muda sebagai pemangku kepentingan penting.
“Mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai generasi penerus, tetapi juga sebagai agen perubahan yang dapat membantu menjaga ketahanan energi melalui informasi, pemahaman, dan aksi nyata,” ujar Baron.
Program Edukasi dan Kolaborasi dengan Kampus
Baron memaparkan berbagai instrumen pendidikan dan kolaborasi yang dijalankan Pertamina di dunia kampus, termasuk Pertamina Goes To Campus (PGTC), Beasiswa Sobat Bumi, dan program PF Muda.
Melalui program-program tersebut, perusahaan bertujuan mengenalkan proses bisnis hulu migas sekaligus memantik inovasi sosial yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa.
Pertamina mengajak mahasiswa untuk tidak hanya memahami dinamika energi tetapi juga ikut bertindak bijak dalam penggunaan energi serta berkontribusi pada solusi ketahanan energi bangsa.
Dengan kondisi geopolitik yang dinamis, perusahaan menempatkan partisipasi aktif generasi muda sebagai salah satu elemen penting dalam strategi nasional menghadapi tantangan pasokan dan transformasi energi.





