Telkom Tembus Kedaulatan Teknologi Nasional Lewat Tiga Pilar

Jakarta, Maret.id — Forum Indonesia Tech Sovereignty 2026 digelar sebagai wadah kolaborasi strategis lintas sektor untuk memperkuat kedaulatan teknologi nasional melalui tiga pilar utama: Cloud Sovereignty, AI Sovereignty, dan Cybersecurity Sovereignty. Forum ini bertujuan mendorong pengembangan ekosistem digital yang lebih mandiri, aman, dan berdaya saing di tingkat regional dan global.
Peserta dan representasi lintas sektor
Forum menghadirkan beragam pemangku kepentingan dari pemerintah, badan keamanan siber, sektor korporasi, hingga konsultan teknologi internasional. Hadir antara lain Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah, Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei, Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas, serta Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji.
Hadir pula perwakilan dari Accenture melalui Managing Director Gen AI Lead dan Sovereign AI Lead for Accenture APAC Kunal Shah. Kehadiran nama-nama tersebut mencerminkan upaya bersama antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri untuk merumuskan arah kebijakan serta inisiatif teknis dalam rangka memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Agenda pembicaraan menekankan pentingnya integrasi kebijakan, investasi infrastruktur, serta pengembangan kapabilitas sumber daya manusia.
Isu strategis yang dibahas
Pembahasan utama meliputi pembangunan infrastruktur sovereign cloud, pengembangan AI berbasis konteks lokal Indonesia, penguatan ketahanan siber nasional, dan peningkatan kapasitas talenta digital. Diskusi juga menyentuh sinergi antara regulasi data, interoperabilitas platform, dan standar keamanan untuk mengurangi ketergantungan terhadap ekosistem teknologi asing.
Para pembicara menyoroti urgensi peta jalan yang jelas untuk memastikan bahwa data, kecerdasan buatan, dan nilai ekonomi digital dapat dikelola dan dimanfaatkan demi kepentingan nasional. Pendekatan yang dibahas menekankan kombinasi kebijakan publik yang mendukung, investasi swasta, serta kolaborasi riset dengan akademisi.
Peluncuran Charter of Digital Sovereignty
Pada forum tersebut diumumkan peluncuran Charter of Digital Sovereignty sebagai bentuk komitmen bersama antar-pemangku kepentingan. Charter ini diharapkan menjadi landasan prinsip dan aksi kolektif untuk memperkuat ekosistem teknologi nasional dalam jangka menengah hingga panjang.
Charter mencakup prinsip-prinsip pengelolaan data, adopsi teknologi yang berorientasi lokal, dan peningkatan kapasitas keamanan siber. Dokumen inisiatif ini juga dimaksudkan untuk menjadi referensi bagi pelaku industri dan pembuat kebijakan dalam menyelaraskan langkah-langkah implementasi di berbagai sektor.
Inisiatif Telkom: AdyaCakra dan AI Center of Excellence
Telkom memperkenalkan inisiatif AdyaCakra yang diposisikan sebagai upaya pengembangan sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity. Seno Soemadji menyatakan bahwa AdyaCakra diharapkan memperkuat peran Indonesia sebagai pengembang dan penggerak ekosistem digital regional.
Seno menegaskan bahwa momentum transformasi digital harus dimanfaatkan untuk menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga kontributor dalam ekosistem teknologi. “Penguatan cloud, AI, dan cybersecurity menjadi fondasi penting agar data, intelligence, dan nilai ekonomi digital nasional dapat tumbuh serta memberikan manfaat lebih besar bagi Indonesia sendiri,” kata Seno.
Strategi pengembangan kapabilitas AI
Sebagai bagian dari strategi transformasi TLKM 30, Telkom mengadopsi lima pilar AI Center of Excellence untuk memperkuat kapabilitas nasional. Kelima pilar tersebut meliputi kolaborasi riset dengan kampus (AI Campus), ruang eksperimen bagi pengembang (AI Playground), wadah komunitas (AI Connect), penyedia solusi teruji untuk masyarakat dan industri (AI Hub), serta penerapan AI di internal perusahaan (AI Native).
Langkah-langkah tersebut dirancang untuk mempercepat pembentukan ekosistem AI yang berkelanjutan dan relevan dengan konteks lokal. Harapannya, inisiatif ini tidak hanya memperkuat perlindungan data dan kedaulatan digital, tetapi juga mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis digital.
Implikasi kebijakan dan langkah ke depan
Para pengamat menilai bahwa forum ini menjadi titik penting untuk menyelaraskan kebijakan, investasi, dan kapabilitas teknis di tingkat nasional. Implementasi rekomendasi dari forum diharapkan membutuhkan koordinasi lintas kementerian, regulator, dan sektor swasta serta dukungan program pengembangan talenta.
Ke depan, fokus kerja sama akan melibatkan pengembangan standar teknis, pembiayaan infrastruktur sovereign cloud, serta program pelatihan skala nasional untuk meningkatkan kesiapan talenta digital. Jika diimplementasikan konsisten, inisiatif-inisiatif ini berpotensi memperkuat posisi Indonesia dalam peta teknologi regional dan memberikan manfaat ekonomis yang lebih luas bagi masyarakat.





