Ekonomi

Saham Puma dan Adidas melejit jelang Piala Dunia, dongkrak optimisme

Jakarta, Maret.id — Saham Puma naik sekitar 2,3 persen dan saham Adidas menguat sekitar 1,3 persen pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2025, setelah investor merespons positif laporan penjualan dan proyeksi bisnis Deckers Outdoor yang lebih kuat dari perkiraan.

Deckers Outdoor melaporkan penjualan bersih sebesar 1,12 miliar Dolar AS pada kuartal terbaru, tumbuh 9,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan melampaui estimasi analis sekitar 1,08 miliar Dolar AS. Perusahaan juga memberikan proyeksi penjualan dan laba tahunan yang direvisi naik, sehingga meningkatkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek industri alas kaki dan pakaian olahraga global.

Kinerja Kuartalan Deckers

Angka penjualan kuartal tersebut menjadi sinyal positif bahwa permintaan konsumen untuk produk fesyen dan perlengkapan olahraga tetap solid meski kondisi makro beragam. Kenaikan panduan tahunan yang diumumkan Deckers menjadi faktor kunci yang mendorong sentimen investor di sektor ini.

UGG sebagai Motor Pertumbuhan

Salah satu pendorong utama kinerja Deckers datang dari merek UGG, yang mencatat penjualan bersih 408,6 juta Dolar AS atau naik 9,2 persen secara tahunan dan jauh melampaui estimasi pasar sebesar 376,6 juta Dolar AS. Laba operasional UGG tercatat 156,7 juta Dolar AS, juga melampaui perkiraan analis sekitar 136 juta Dolar AS.

Dampak terhadap Saham Pesaing

Kinerja kuat Deckers turut mengerek saham pesaing seperti Puma dan Adidas karena pelaku pasar menilai permintaan konsumen masih kuat dan prospek penjualan musim mendatang menjanjikan. Pergerakan saham pada hari tersebut mencerminkan reaksi jangka pendek pasar terhadap data kuartal yang melebihi ekspektasi.

Deckers juga didukung oleh portofolio merek lain, termasuk merek atletik HOKA, yang membantu diversifikasi pendapatan perusahaan. Ekspansi produk dan strategi pemasaran multisaluran menjadi perhatian analis dalam menilai kelangsungan pertumbuhan.

Optimisme pasar tidak terlepas dari faktor eksternal seperti agenda olahraga internasional, yang dapat meningkatkan permintaan jersey dan perlengkapan olahraga. Persiapan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko memperkuat ekspektasi permintaan jangka pendek bagi pemasok apparel.

Adidas tercatat menjadi pemasok jersey terbanyak di turnamen tersebut dengan 14 tim nasional, sementara Puma memasok 11 tim peserta, sebuah fakta yang turut menarik perhatian investor terhadap potensi pendapatan sponsor dan penjualan merchandise. Harapan terhadap gelombang pembelian menjelang turnamen besar ini membantu mempertahankan momentum positif di sektor.

Prospek dan Risiko Industri

Meskipun laporan Deckers memberikan sentimen positif, analis memperingatkan adanya risiko seperti fluktuasi biaya bahan baku, tekanan inflasi, dan perubahan selera konsumen yang bisa memengaruhi margin. Investor akan memantau lebih lanjut laporan pendapatan dari perusahaan apparel lain serta data penjualan musiman untuk menilai apakah tren ini berkelanjutan.

Para pelaku pasar juga memperhatikan dinamika ritel online dan distribusi global sebagai faktor penentu performa penjualan ke depan. Panggilan konferensi investor dan pembaruan guidance operasional dari Deckers pada sesi berikutnya diperkirakan menjadi momen kunci bagi investor untuk mengukur kedalaman permintaan dan efektivitas strategi perusahaan.

Secara ringkas, hasil kuartal Deckers yang melebihi ekspektasi memberikan dorongan positif bagi saham-saham di sektor fesyen dan perlengkapan olahraga pada perdagangan akhir pekan itu. Namun, pelaku pasar diimbau tetap mengamati indikator makro dan perkembangan rantai pasok yang dapat memengaruhi prospek jangka menengah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button