Lulusan universitas digandeng jadi motor penggerak ekonomi koperasi desa

Jakarta, Maret.id — Menteri Koperasi dan UKM, Ferry, menegaskan pentingnya peran koperasi dalam memperkuat ekonomi lokal saat memberikan orasi pada Sidang Terbuka Wisuda ke-13 Universitas Trilogi Tahun Akademik 2025/2026 di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026.
Menteri itu menilai tantangan bangsa saat ini bukan kurangnya ide, melainkan kebutuhan akan talenta muda yang mampu mengakselerasi ekosistem teknologi dan sosial, atau yang disebut teknososiopreneur.
Koperasi sebagai Platform Masa Depan
Menurut Ferry, koperasi memiliki potensi menjadi alternatif platform bagi masa depan ekonomi digital dan sosial.
“Badan usaha koperasi bisa menjadi pilihan bagi para wisudawan-wisudawati untuk bisa bekerja dan terlibat di dalamnya,” kata Ferry dalam pidatonya.
Dia menyampaikan bahwa model koperasi yang modern dapat menjadi wadah bagi kolaborasi antara teknologi, modal lokal, dan kepedulian sosial.
Penerapan platform koperasi ini dinilai relevan untuk menjawab masalah ketimpangan dan mengembalikan kekuatan ekonomi di tingkat akar rumput.
Rekrutmen dan Pelatihan Manajer Profesional
Pemerintah, lanjut Menkop, membuka peluang besar bagi alumni perguruan tinggi untuk mengisi posisi profesional di sektor koperasi.
Saat ini, pemerintah tengah menjaring 30.000 manajer profesional yang direncanakan mengikuti pelatihan pada Juni dan mulai ditempatkan ke seluruh pelosok Indonesia pada Agustus mendatang.
Program itu bertujuan untuk mengelola Kawasan Desa Koperasi Mitra Produk (KDKMP) secara modern dan profesional.
Kehadiran manajer terlatih diharapkan mampu memperkuat tata kelola, manajemen rantai pasok, dan akses pasar bagi produk lokal.
Dukungan Pemerintah untuk Produk Lokal dan Distribusi
Selain sebagai pengelola, Menkop mendorong alumni untuk berani melahirkan produk-produk lokal secara mandiri.
Ia menjamin Kementerian Koperasi dan UKM akan memberikan dukungan agar inovasi produk alumni dapat diserap oleh pasar melalui jaringan distribusi pemerintah.
Dukungan tersebut meliputi akses permodalan, fasilitasi pemasaran, serta konektivitas dengan program kemitraan pemerintah.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat skala usaha mikro dan meningkatkan daya saing produk desa di pasar nasional.
Strategi Nasional dan Peran Koperasi Menurut Pemerintah
Langkah pemulihan peran koperasi menjadi bagian dari strategi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
Tujuannya adalah menekan ketimpangan yang muncul akibat dinamika pasar bebas dan praktik ekonomi yang kurang menguntungkan pelaku usaha kecil.
Proyeksi pemerintah menempatkan Kopdes sebagai hub ekonomi yang memotong rantai pasok, menyediakan sembako terjangkau, fasilitas kesehatan, hingga permodalan mikro.
Upaya ini juga diarahkan untuk menggempur praktik pinjaman online ilegal dan peran tengkulak yang menggerus margin petani serta pelaku usaha kecil.
Universitas Trilogi diharapkan tetap berada di garis depan dalam mencetak generasi teknososiopreneur yang tidak hanya menguasai teknologi.
Perguruan tinggi diminta menanamkan kemampuan adaptasi terhadap disrupsi AI serta nilai-nilai kepedulian sosial untuk membangun ekonomi dari desa.
Pernyataan Menkop pada acara wisuda ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah akan mengintensifkan kolaborasi antara pendidikan tinggi, koperasi, dan kebijakan publik.
Jika program rekrutmen dan dukungan produk berjalan lancar, generasi alumni diproyeksikan dapat menjadi penggerak transformasi ekonomi di wilayahnya masing-masing.





